Popular Post

Ilmuwan "Maret 2880 Asteroid Raksasa `Tabrak` Bumi"

Skenario kiamat muncul dan tenggelam, tak terhitung banyaknya. Dari ramalan Suku Maya, planet yang konon bernama Nibiru, perang nuklir, asteroid raksasa yang menabrak Bumi. Sejauh ini tak terbukti.


Tapi ada satu prediksi akhir dunia yang masih membebani pikiran para astronom lebih dari setengah abad.

Ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) selama ini terus mengawasi asteroid yang diberi nama 1950 DA. Yang diperkirakan berpotensi menabrak planet manusia pada 16 Maret 2880.

Asteroid tersebut memiliki diameter dua per tiga mil, atau sekitar 1 kilometer lebih. Ia bergerak dengan kecepatan 15 km per detik. Ia diperkirakan bisa jatuh di Samudera Atlantik dengan kecepatan 38 ribu mil per jam atau 61 ribu kilometer per jam.

Seperti dimuat Daily Mail, 11 Oktober 2013, jika sampai membentur Bumi, daya ledak 1950 DA setara dengan 44.800 megaton TNT.

Meski kemungkinan tabrakan relatif kecil, hanya 0,3 persen, namun kalau sampai terjadi, risikonya 50 persen lebih besar dari dampak tabrakan asteroid lain.

Selama sejarah panjang keberadaan Bumi, asteroid dengan ukuran seperti itu sudah beberapa kali menabrak Bumi. Misalnya asteroid yang mengakibatkan kepunahan massal di era Cretaceous/Tertiary (KT) yang membuat dinosaurus punah.

Ditemukan 23 Februari 1950

Asteroid 1950 DA ditemukan pada 23 Februari 1950. Kala itu, ia teramati selama 17 hari sebelum akhirnya menghilang selama setengah abad.

Lalu, sebuah obyek yang ditemukan pada 31 Desember 2000 ternyata adalah 1950 DA yang telah lama raib. Penampakan di malam tahun baru itu tepat 200 tahun setelah penemuan asteroid pertama, Ceres.

Lantas diketahui, asteroid 1950 DA memiliki lintasan dekat dengan Bumi pada 16 Maret 2880. Potensi trabrakan tak boleh dikesampingkan.

Apalagi, pengamatan optik menunjukkan asteroid itu berotasi setiap 2,1 jam, berputar tercepat kedua yang pernah diamati untuk batu angkasa seukuran itu.

Meski demikian, para ilmuwan mengklaim, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Tak usah panik.

Sebab, manusia masih punya waktu panjang untuk mengalihkan orbit asteroid itu. Dengan metode sederhana dengan melapisi permukaannya dengan kapur putih, misalnya. Cara itu akan mereflektifitas asteroid dan memungkinkan sinar matahari berperan mendorongnya dari jalur menuju Bumi.

Para ilmuwan planet juga makin maju menemukan cara memperkecil risiko tabrakan asteroid.

Mengamati pergerakan batu angkasa adalah sebuah keharusan. Sebab, ada sekitar 1.400 asteroid yang bisa melintas dekat Bumi, bukan tak mungkin mereka lolos dari pembakaran atmosfer dan menghujam planet ini.

Asteroid yang dikategorikan berpotensi mengancam adalah yang berukuran besar, setidaknya 140 meter dan melintas lebih dekat dari 75 juta kilometer.

NASA kini mengembangkan sensor asteroid yang bisa meningkatkan kemampuan pelacakan. Instrumen sensor itu disebut Near Earth Object Camera (NEOCam). Setelah diluncurkan, teleskop yang berbasis di angkasa itu akan diposisikan di lokasi sekitar empat kali jarak antara Bumi dan bulan.

Dari ketinggian itulah, NEOCam menjadi alat manusia untuk mengobservasi obyek dekat Bumi. Tanpa halangan awan dan cahaya matahari. Lebih akurat.

Komitmen NASA mengawasi benda-benda yang berpotensi membahayakan Bumi dan segala kehidupan di dalamnya terlihat saat Pemerintah Amerika Serikat 'shutdown' mulai Selasa 1 Oktober 2013 pukul 00.01 waktu setempat.

Meski banyak karyawan NASA dirumahkan, badan antariksa itu tak berhenti mengawasi asteroid. "Sistem deteksi masih terus berjalan," kata Tim Spahr, Direktur Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts, beberapa waktu lalu.

Sumber: Liputan6
Tag : , ,

Misteri dan Fakta Lubang Hitam (Black Hole)

MISTERI lubang hitam (Black Hole) yang bertebaran di angkasa lepas dikatakan menyamai konsep kejadian aneh yang terjadi di Segitiga Bermuda, apabila kapal atau kapal terbang yang melintasi kawasan perairan itu raib secara tiba-tiba.

lubang-hitam

Bagaimanapun, lubang hitam seumpama lubang gergasi, ukurannya lebih luas daripada matahari serta langit di angkasa menyedot apa saja yang mendekatinya termasuk planet. Malah kekuatan tarikannya menyebabkan cahaya yang tidak memilik kekuatan juga tidak mampu melepaskan diri.

Misteri yang menyelubungi kejadian lubang hitam itu bagaimanapun hanya mampu dikaji dari jauh lantaran kemampuan sains dan teknologi manusia nyata masih belum mampu membawa mereka menghampiri lubang itu.

Menggunakan teleskop dan pengamatan terhadap bintang yang disesuaikan pula dengan berbagai hukum fisik yang berada sekitar bumi, berbagai teori dikemukakan bagi mengisi kekosongan pada ruangan jawaban yang dicetuskan misteri alam itu.

Teori ini dipakai ahli astronomi adalah teori yang sama digunakan alat penyedot gas hampa – kekuatan lubang hitam terjadi berikutan tarikan gravitasi dalam lubang itu adalah kuat berbanding dengan tarikan sekelilingnya. Justru, apa saja yang menghampirinya akan disedot.

Bagaimanapun, kekuatan gravitasinya ‘luar biasa’ dan amat dahsyat. Dikatakan jika kekuatan gravitasi itu wujud di bumi, ia akan menjadikan ukuran  planet ini menjadi sekecil bola yang berjejari sekitar satu sentimeter.

Teori lobang hitam sebenarnya dikemukakan lebih 200 tahun lalu. Pada 1783, ilmuwan Barat, John Mitchell mencetuskan teori mengenai kemungkinan wujudnya lubang hitam selepas beliau meneliti teori graviti Isaac Newton.

Beliau berpendapat jika objek yang dilemparkan tegak lurus ke atas akan terlepas dari pengaruh gravitasi bumi selepas mencapai kejahuan lebih 11 kilometer perdetik, maka tentu ada planet atau bintang lain yang memiliki gravitasi lebih besar daripada bumi.

Bagaimanapun, perkataan ‘lubang hitam’ pertama kali digunakan ahli fisika Amerika Syarikat, John Archibald Wheeler pada 1968. Wheeler memberi nama tersebut  karena lubang hitam tidak dapat dilihat, cahaya turut ditarik ke dalamnya sehingga kawasan sekitarnya menjadi gelap.

Menurut teori evolusi bintang, asal lubang hitam adalah sejenis bintang biru yang memiliki suhu permukaan melebihi 25,000 darajat Celcius. Ketika pembakaran hidrogen di bintang biru yang memakan waktu kira-kira 10 juta tahun selesai, ia menjadi bintang biru raksasa.

Kemudian, bintang itu menjadi dingin dan bertukar kepada bintang merah raksasa. Dalam fase itulah, akibat tarikan gravitasinya sendiri, bintang merah raksasa mengalami ledakan dahsyat atau disebut Supernova dan menghasilkan dua jenis bintang iaitu bintang Netron dan lubang hitam.

Pengamatan dari teleskop sinar-X ruang angkasa selama lebih dari satu dekade, menunjukkan kekuatan tarikan gravitasi lubang itu menyebabkan ada bintang yang hancur dan ditelan olehnya.

Sebelum ini, ahli astronomi sudah melihat bagaimana lubang hitam menyedot gas yang berterbangan di sekitarnya. Gas yang disedot itu menjadi panas sehingga memancarkan radiasi dalam berbagai panjang gelombang, mulai daripada gelombang radio hingga gelombang cahaya tampak dan sinar-X.

Berdasarkan pengamatan, ahli astronomi dari Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics, Jerman, pernah melihat sebuah bintang yang mendekati lubang hitam raksasa akhirnya lhilang ditelan lubang itu.

Lubang hitam raksasa yang dilihat itu berada di pusat galaksi RX J1242-11 yang jaraknya dianggarkan 700 juta tahun cahaya dari bumi. Bintang yang disedut lubang hitam itu pula memiliki ukuran sebesar matahari sistem tata surya kita.

Bintang itu hancur sedikit demi sedikit dan disedot ke dalam lubang itu selama beberapa hari. Pada peringkat awalnya, bintang itu kehilangan gas yang berada di sekelilingnya.

Selepas itu, bintang itu menjadi panas hingga jutaan darajat Celcius dan hilang ditelan lubang hitam. Dalam proses itu, ia melepaskan tenaga yang kuat iaitu setara dengan tenaga yang dihasilkan pada ledakan Supernova.

Ahli astronomi mengesan kedudukan lubang hitam dengan memperhatikan cahaya di sekitar bintang ataupun gas di angkasa. Apabila di suatu tempat itu tidak ditemui cahaya tetapi di sekitarnya terdapat banyak objek angkasa menuju ke satu titik dengan kecepatan tinggi sebelum hilang, maka titik tersebut ditandakan sebagai lubang hitam.

Terdapat banyak lubang hitam di seluruh semesta malah ada teori yang mengatakan di galaksi Bima Sakti ini juga terdapat sebuah lubang hitam. Justru timbul persoalan sama, apakah  matahari dan planet yang mengelilinginya termasuk bumi akan disedut lubang hitam itu?

Ahli astronomi memberikan jawaban, ‘tidak’ karena berbanding galaksi lain, lubang hitam di Bima Sakti dikatakan dalam keadaan tenang disebabkan sedikit saja objek sekitar yang disedotnya.

Misteri yang menyelubungi lubang hitam akan terus menarik minat ahli astronomi sehingga  satu jawaban yang benar diperoleh. Selagi manusia belum mampu menjelajah jauh ke luar angkasa, saat itu pula jawapbn itu gagal diperoleh dan berbagai teori tanpa bukti akan terus dikemukakan bagi ‘menyelesaikan’ misteri alam itu.

Fakta Lubang Hitam:
Dikenal sebagai ‘bintang hitam’ dan ‘singularitas’.
Ditemukan  pada 1783 oleh John Mitchell.
Luasnya melebihi ukuran matahari.
Menyedot apa saja di sekelilingnya termasuk bintang dan cahaya.
Teori sedotan akibat tarikan gravitasi di lubang hitam lebih kuat dari kawasan sekitarnya.
Teori menyatakan ia terjadi  akibat letusan Supernova bintang merah raksasa.

Sumber: NASA
Tag : , ,

Planet yang Menjadi Kandidat Pengganti Bumi

Menurut data yang tersedia dari teleskop ruang angkasa Kepler NASA, astronom di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CFA) memperkirakan bahwa enam persen dari keseluruhan planet yang mengorbit bintang kerdil merah (red dwarf stars) memiliki ukuran seperti bumi. kisaran jarak planet dari bintang dimana suhu permukaan planet yang mengorbit mungkin cocok untuk adanya air layaknya di Bumi. Para peneliti sekarang percaya bahwa planet seukuran Bumi dengan suhu moderat mungkin hanya 13 tahun cahaya.
 


"Kami tidak tahu apakah kehidupan bisa eksis di sebuah planet yang mengorbit bintang katai merah, tetapi temuan ini membuat saya bertanya-tanya apakah sebuah kosmik kehidupan yang lebih beragam menunggu untuk ditemukan," kata Natalie Batalha, ilmuwan Misi Kepler , NASA Ames Research Center di Moffett Field, California



Tim peneliti menganalisis kandidat 95 planet dalam katalog Kepler yang mengorbit bintang katai merah. Sebagian besar calon bukan ukuran yang tepat atau suhu yang dianggap mirip Bumi, seperti yang didefinisikan, ukuran relatif terhadap bumi dan jarak dari bintang induknya. Namun, tiga kandidat memiliki iklim sedang dan lebih besar setengah kali ukuran Bumi.



Bintang katai merah adalah bintang yang lebih kecil, lebih dingin, dan lebih lemah dari bintang (matahari) kita. Katai merah hanya memiliki ukuran sepertiga lebih besar dan satu-seperseribu seterang matahari. Akibatnya, zona layak huni di orbit tersebut tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin. Dapat dibilang dengan bintang dingin daripada matahari.



"Ini dekat di zona layak huni di sekitar bintang yang lebih dingin membuat planet lebih rentan terhadap efek flare dan interaksi gravitasi," kata Victoria Meadows, profesor di University of Washington dan peneliti utama Astrobiology NASA Institute



Tiga kandidat planet dalam penelitian ini adalah Kepler Obyek of Interest (KOI) 1.422,02, yang memiliki 90 persen ukuran Bumi dalam orbit 20 hari, KOI-2.626,01, 1,4 kali ukuran Bumi dalam orbit 38-hari; dan KOI-854,01, 1,7 kali ukuran Bumi dalam orbit 56 hari.Terletak antara 300 sampai 600 tahun cahaya, tiga bintang orbit calon Bumi dengan suhu berkisar antara 3.400 sampai 3.500 derajat Kelvin. Sebagai perbandingan, suhu matahari hampir 5.800 derajat Kelvin.Kepler adalah misi NASA pertama yang mampu menemukan planet seukuran Bumi di atau dekat zona layak huni. Kepler mendeteksi planet dan kandidat dengan berbagai ukuran dan jarak orbit untuk membantu para ilmuwan lebih memahami tempat kita di galaksi.



Sumber: NASA dan www.info-kitaku.blogspot.com
Tag : , ,

Kemungkinan Keberadaan Alien di Planet Lain


Beberapa orang mungkin tidak tertarik dengan isu tentang alien, namun ada diantaranya yang bertanya-tanya apakah alien itu benar-benar ada. Di negera Amerika banyak orang menghabiskan waktu sebagai pemburu UFO (Unidentify Flying Object). Bahkan ada beberapa orang yang mengaku pernah diculik oleh alien. Sehingga pada postingan kali ini saya akan membahas apakah mungkin makluk selain kita hidup jauh di sana.



1. Dengan milliaran bintang di alam semesta, maka keberadaan alien pun tidak dapat dipungkiri




Menurut catatan Shostak tidak ada bukti langsug bahwa ada kehidupan di luar Bumi, namun alam semesta adalah rumah dari milliaran bintang. Dan penelitian 10 tahun terakhir membuahkan hasil bahwa sekurangnya ada satu trilliyun planet yang ada di Milky Way (galaksi Bima Sakti). "Tentu saja dari semuanya ada yang mirip Bumi, atau tidak lain planet yang kami sebut dapat menopang kehidupan." kata Shostak. Pada argumennya dia menekankan. "Jika saat ini kita adalah satu-satunya makluk dengan intelektual di alam semesta," tambahnya. Gambar di atas adalah foto dari kelahiran sekelompok bintang baru di Milky Way yang dipotret dari Hubble Space Telescope.


2. Keberadaan air yang berlimpah di sistem Tata Surya



Telah kita ketahui semua bahwa air adalah kunci dari kehidupan. Dan siklus air terus berputar di alam semesta ini. Sebagai contoh, bukti adanya bekas aliran air di planet Mars. Begitu juga di Europa, bulan dari planet Jupiter, terlihat bahwa adanyanya bukti lautan zat cair. Keadaan itu juga dapat ditemui di bulan Jupiter, Callisto and Ganymede. Serta di Titan and Enceladus, bulan dari Saturnus. Bahkan Venus menunjukkan adanya uap air di atmosfernya "Dan kita ketahui tujuh planet saja yang ada di tetengga kita menunjukkan memiliki satu elemen kehidupan, bukankah hal itu suatu berita yang menggemirakan" kata Shostak.

3. Penyusunan kehidupan yang “cepat” seperti di Bumi



Ilmuan memperkirakan usia Bumi adalah 4,5 milliar tahun. Bukti ini datang dari sebuah jejak bacteria yang beumur 3,4 milliar tahun yang dinamai stromatolites di Australia. Bakteri adalah makluk biologi yang komplek, ilmuan berpikir bahwa mereka adalah pembentuk kehidupan awal yang ada di Bumi. "Itu memberi kesan bahwa evolusi adalah hal yang hamper mustahil terjadi, karena hal itu terjadi dengan cepat," kata Shostak. Tentu saja hal itu adalah sebuah keberatan, Seperti Bumi yang memenangkan lotere, dan tidak ada tempat yang seberuntung Bumi.



4. Tumbuh Suburnya kehidupan di lingkungan yang ekstrem



Hampir di tiap tempat yang dikunjungi oleh ilmuan terdapat kehidupan, : pada dingin dan gelapnya lautan, pada panasnya sumber air panas, di bawah dindinya es Antarctica, dan di teriknya gurun Atacama, Amerika Selatan. "Kehidupan dapat beradaptasi di lingkungan apa pun, tentu saja, banyak planet di alam semesta yang memilliki kondisi terebut" kata Shostak. Sebagai contoh, Mars adalah plnet dengan lingkungan yang ganas, tapi beberapa mikroba ditemukan di sana.

5. E.T. mungkin memanggil


Shostak dan koleganya di SETI Institute selallu memantau frequensi dengan teleskop radio terbesar di Bumi. Untuk menengkap signal yang mungkin dipancarkan dari sudut jauh alam semesta. Meskipun diantaranya disebabkan karena satelit yang lewat, namun ilmuan terus mencari. Sementara itu, sebuah signal tertangkap pada 15 Agustus 1977, selama pencarian bersama Big Ear Observatory di Universitas Negara Bagian Ohio. "Cukup mengesankan apa yang telah ditemukan, membuat semangat para ilmuan dengan ditemukannya kata 'Wow!' di layar mereka," Ujar Shostak. Mengikuti eksperimen tersebut para ilmuan mendeteksi kembali namun ditemukan kegagalan. "Anda dapat berkata itu E.T kemudian mereka pergi. Anda tdak pernah tau," ujar Shostak lagi.


Sumber: NASA dan Surya www.info-kitaku.blogspot.com



Sekian pada postingan kali ini. Semoga memuaskan bagi yang penasaran terhadap alien.

Analisa Pendaratan Pertama Manusia di Bulan

Pada 44 tahun yang lalu, atau tepatnya pada tanggal 20 Juli 1969, tiga orang bernama Neil Armstrong, Edwin “Buzz” Aldrin dan Michael Collins melakukan pendaratan dibulan menggunakan Apollo 11. Walau hanya Neil Amstrong dan Edwin Aldrin saja yang menginjakkan kaki di bulan, Michael Collins pun punya peran penting saat misi tersebut yaitu sebagai pilot command-module yang terus mengorbit dan mengelilingi bulan selama 21 jam selama Armstrong dan Aldrin berada di permukaan bulan.


Meski pendaratan berhasil dengan lancar dan dokumentasi tersimpan dengan jelas serta kembalinya para astronot tersebut tidak serta merta dapat langsung dipercayai oleh seluruh orang didunia.

Sebenarnya, pendaratan manusia di Bulan adalah suatu fakta yang sudah tidak bisa dibantah. Antara tahun 1969 - 1972 sudah ada 12 astronot mendarat di Bulan dan sembilan kembali memberi kesaksian dengan membawa sekitar 400 kg batuan bulan. Batu-batu itu tersimpan di berbagai museum. Batu tersebut tidak mungkin palsu karena batuan Bulan sangat khusus. Di dalamnya tidak terdapat air seperti yang dimiliki batuan Bumi. Menurut para ilmuwan di bidang batu-batuan, sangat sulit untuk membuat batu-batuan Bulan. Lebih mudah pergi ke Bulan untuk mengambil batuan itu ketimbang harus membuatnya.


Namun, setelah itu, bahkan hingga kini tidak dipungkiri masih ada orang-orang yang meragukannya dan menyatakan bahwa peristiwa pendaratan pertama manusia di bulan pada tahun 1969 itu adalah kebohongan belaka. Selain itu ada banyak pertanyaan tentang teori konspirasi Astronot, yang intinya : 

Apakah para astronot seperti Neil Armstrong dan Edwin Aldrin benar-benar mendarat di bulan? Ataukah itu hanya tipuan saja?

Mari kita analisis bersama-sama....

1. Karena melihat bendera berkibar, mereka menyimpulkan bahwa kibaran bendera adalah akibat adanya udara, sehingga mereka anggap foto ini palsu (di Bulan tidak ada udara). Ini adalah kesimpulan yang salah.



Astronot Edwin Aldrin 
sesaat setelah berhasil menancapkan bendera Amerika di Bulan
Gambar ini diabadikn oleh astronot Neil Armstrong, 
pada 20 Juli 1969 di Bulan


Untuk menancapkan bendera biasanya kita harus memutar batang bendera ke kiri dan ke kanan berulang-ulang dan ini akan menyebabkan bendera berkibar. Secara fisika ini disebabkan karena kekekalan momentum sudut. Bendera yang menerima momentum sudut (momentum putar) akan membuat bendera berkibar dimanapun ia berada, termasuk di ruang hampa udara. 

Nah, karena di Bulan tidak ada udara, maka tidak ada gesekan yang menghambat kibaran bendera sehingga kibaran bendera ini akan lama berhenti sehingga dapat terekam dalam gambar.



Jadi, teori konspirasi ini lemah sekali dasarnya. Berikut ini adalah video eksperimen yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa memang bendera dapat berkibar di ruang hampa. >> http://www.youtube.com/watch?v=hMBCfuKs9i8

2. Karena tidak melihat adanya bintang pada foto, maka mereka menganggap foto para astronot itu palsu. Ini tidak benar. Kalau kita mau mengambil foto seseorang, maka fokusnya harus pada orang tersebut. Bintang-bintang yang suram dan jauh tidak akan terlihat dalam foto karena tidak terfokus.


Astronot Edwin Aldrin

Selain itu, perlu diketahui bahwa permukaan Bulan merefleksikan sinar matahari dan itu membuat sulit untuk melihat bintang. Para astronot menggunakan fast exposure settings sehingga latar belakang yang diambil sangat terbatas. Mereka mengambil gambar di 1/150 atau 1/250 per detik.

3. Mengenai jejak kaki para astronot di pasir.



Neil Armstrong untuk pertama kalinya
menjejakkan kaki di Bulan

Menurut para skeptis (mereka yang ragu dan bahkan tidak percaya tentang pendaratan astronot di Bulan), jejak kaki tidak akan terlihat di pasir yang kering (tidak ada air). Ini benar jika ukuran pasirnya agak besar. Mereka tidak berpikir kalau di bulan itu pasirnya berbeda dengan di bumi. Di bulan pasirnya sangat halus, mereka mudah membentuk jejak kaki.

Berikut video eksperimen untuk membuktikan fakta diatas > http://www.youtube.com/watch?v=eTYCz4ft8yw

4. Tidak ada bekas pendaratan dibawah lunar module.



Menurut NASA, mesin telah dimatikan sebelum sampai dipermukaan bulan, sehingga mesin tidak meniupkan debu dibulan dan juga untuk memuluskan pendaratan, karena gravitasi dibulan berbeda dengan dibumi.


5. Adanya bayangan-bayangan yang telihat tidak sejajar.
Penjelasan : Perlu diketahui, jika kamu berada dibulan, cahaya yang datang menyinari kamu akan berasal dari berbagai sumber, dari matahari, pantulan bulan terhadap sinar matahari, pantulan bumi terhadap sinar matahari, bahkan dari pantulan baju astronot dan juga dari Lunar Module (Pesawatnya).

6. Adanya pantulan cahaya putih seperti di dalam studio.

Penjelasannya : Cahaya aneh tersebut berasal dari lensa kamera yang terkena cahaya, sehingga merefleksikan seperti itu, kembali ke point banyaknya bayangan-bayangan yang tidak sejajar, Sinar cahaya bisa dari mana saja, bahkan dari pantulan Lunar Module.
7. Tidak ada bukti nyata yang bisa dilihat secara langsung saat ini.
Banyak yang mengira Pendaratan di Bulan itu palsu, karena sampai dengan sekarang ini kita tidak bisa melihat bendera AS dan juga segala jenis barang yang ditinggalkan para astronot. Padahal teknologi jaman sekarang sudah maju, teleskop Hubble dapat melihat hingga ke antar galaksi, namun kenapa teleskop Hubble tidak dapat meneropong bulan hingga memperlihatkan Bendera A.S sebagai bukti bahwa Orang Amerika pernah menginjakkan kakinya disana?

Menurut NASA, meski Teleskop Hubble mampu meneropong kemana saja, namun ada keterbatasan. Teleskop Hubble hanya mampu melihat permukaan bulan seperti melihat atap-atap rumah saja dan itupun dalam keadaan buram. Tidak bisa sampai dengan detail melihat benda–benda yang ditinggalkan Astronot seperti Bendera Amerika Serikat, ataupun Benda-benda Astronom lainnya yang ditinggalkan disana.

8. Siapa yang memotret Astronot Edwin Aldrin?

Foto close-up Astronot Edwin Aldrin

Dari foto ini dengan jelas terlihat Edwin Aldrin di foto close-up sedangkan dari kaca penutup wajahnya terlihat bahwa Neil Amstrong tidak sedang menghadap ke Edwin Aldrin. Siapa yang memotret Neil Amstrong?

Penjelasan : Dipunggung Astronot pun ditanami kamera sehingga dapat memotret keadaan belakang. Ada pertanyaan lain, jika memang banyak kamera yang dibawa saat ke Bulan, kenapa Foto yang dirilis hanya sedikit? Tentu jawabannya tidak semua foto menghasilkan gambar yang bagus, dan selebihnya didokumentasikan dan dirahasiakan sebagai aset NASA dan AS.

Ada juga tuduhan yang berkata kalau memang manusia pernah mendarat dibulan, kenapa tidak pernah ada lagi pendaratan-pendaratan lain manusia dibulan? 
Dan jawabannya : Sebenarnya misi ke Bulan tidak berhenti total, daftar tentang misi ke Bulan untuk tahun-tahun yang akan datang silahkan cek disini List of Current and Future Lunar Missions.

Selain itu memang karena soal budget/alokasi dana yang tidak diberikan oleh pemerintah AS dan dulu memang diadakan karena adanya perang dingin antara Amerika dengan Uni Soviet/Rusia sehingga memacu Amerika untuk menjadi yang pertama mengirimkan manusia menginjakkan kaki di bulan. Dan mungkin alasan itu pulalah yang menyebabkan kenapa banyak sekali yang menyatakan bahwa pendaratan di Bulan itu adalah hoax.

Padahal ada banyak bukti yang dapat dilihat sekaligus dipelajari untuk membuktikan bahwa tuduhan yang ditujukan pada para Astronot tersebut mempunyai dasar ilmiah yang lemah.

Tapi meskipun begitu, tentang kehidupan lain di Bulan (dan mungkin tentang keberadaan pangkalan UFO juga), memang sangat mungkin ada... Bahkan menurut Neil Armstrong, Alien memiliki pangkalan di Bulan dan juga menginginkan kita agar kita menjauh dari Bulan. Oleh Milton Coper dan komunitas intelejennya pangkalan itu dinamai/disebut "luna".

Terakhir, semoga tulisan ini dapat menjadikan pembaca bertambah keimanannya. Peristiwa pendaratan di bulan merefleksikan kekuasaan dan keesaan Allah yang tercatat dalam Al-Qur’an. Ditambahkan pula bahwa seluruh rentetan kejadian yang menyangkut proyek Apollo 11 ini karena atas izin Allah.
Q.S. Ar-Rahmaan (33) menyebutkan : Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya tanpa kekuatan”.
  
Tag : ,

- Copyright © Sky iNN - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -