Popular Post

Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan

Planet yang Paling Mirip dengan Bumi

Sky Inn - Pada beberapa tahun yang lalu, para ilmuwan disinyalir telah menemukan planet yang mirip dengan bumi dan diperkirakan dapat dihuni oleh manusia, yaitu Gliese 581 c. Berikut saya bagi 4 fakta tentang Gliese 581 c, cekidot :

1. Gliese 581 c
Gliese

Gliese 581 merupakan nama dari sistem tata surya yang terletak di area rasi bintang Libra. Gliese 581 merupakan bintang ke 581 dalam urutan katalog Gliese, yang diterbitkan pada tahun 1969 dan kemudian diperbaharui oleh Gliese dan Jahreiss pada tahun 1991. Dalam area Gliese 581, terdapat planet Gliese 581 c yang juga disebut HO Librae c, Wolf 562 c, atau HIP 74995 c. Planet Gliese 581 c ini mengorbit pada Gliese 581, dan diperkirakan planet ini layak dihuni oleh manusia, serta diperkirakan juga terdapat air di permukaan planetnya.

Planet Gliese 581 c ini ditemukan oleh tim Stephan Udry dari Observatorium Jenewa, Swiss dengan menggunakan HARPS yang dipasang pada teleskop 3,6 meter di European Southern Observatory, La Silla, Chili. Pusat tata surya Gliese 581 ini berukuran lebih kecil, lebih dingin, dan pancaran cahanya tidak sehebat Matahari. Dalam sistem tata surya Gliese 581 ini terdapat 3 planet yang mengelilinginya, yaitu planet Gliese 581 c yang mirip dengan bumi, planet kedua yang besarnya 15 kali berat Bumi, dan planet ketiga yang beratnya 8 kali berat Bumi.

2. Keadaan Gliese 581 c
Menurut para ahli, diperkirakan temperatur planet  Gliese 581 c ini berkisar 00 – 400C; yang diperkirakan dapat dihuni oleh manusia. Massa planet ini sekitar 5 kali massa Bumi, walaupun planet ini merupakan planet terkecil di wilayah Gliese 581. Para ahli menyatakan bahwa areal permukaan planet ini bertekstur bebatuan dan memiliki gravitasi 2 kali lebih kuat daripada gravitasi bumi. Sistem tata surya Gliese 581 diperkirakan telah berusia 4,3 milyar tahun.

3. Tanda-Tanda Kehidupan

alien-di-gliese

Para ahli menyatakan belum bisa mengetahui apakah planet Gliese 581 c ini telah berpenghuni atau tidak. Para ahli masih melakukan penelitian tentang tanda-tanda kehidupan di planet tersebut. Para ahli sangat ingin mengirimkan satelit penelitian menuju area Gliese 581, namun menurut Dimitar Sasselov dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics menyatakan bahwa perlu 20 tahun cahaya untuk mencapai area Gliese 581 tersebut.

4. Orbit Gliese 581 c
Gliese 581 c diperkirakan berada pada zona layak huni karena diprediksi terdapat air dalam bentuk cair. Jarak Gliese 581 c terhadap bintang utamanya (pusat tata surya) hanya berjarak 11 juta Km, dan bumi berjarak 150 Km terhadap Matahari. Hal tersebut menjadikan periode orbit Gliese 581 c hanya selama 13 hari di Bumi atau dapat diartikan; satu tahun di Gliese 581 c sama dengan 13 hari di Bumi.

Dan sekian info yang bisa saya share paa kesempatan kali ini. Sekian dari saya dan terima kasih :)

sumber : uniknya.com
Tag : , ,

Cahaya Bintang Adalah Cahaya Ratusan Tahun Lalu

Cahaya Bintang yang kita lihat adalah cahaya ratusan bahkan ribuan tahun lalu. Tidak percaya? di baca dulu nih penjelasannya. 

cahaya-kelap-kelip

Sebenernya simple, sobat bisa lihat sendiri saat malam tiba jika langit tidak mendung pasti banyak cahaya-cahaya kecil di langit. Ya, itu bintang. Pertanyaannya,  Kenapa bintang itu terlihat sangat kecil dari bumi ? itu ya karena letak bintang dengan bumi sangat jauh. 
bintang itu sesungguhnya adalah benda langit yang berukuran raksasa, yang berisi gas sedang terbakar dahsyat. bintang adalah bola api raksasa yg sedang menyala - nyala dengan suhu jutaan derajat!!(Fiuh Hot banget ye sob) berapakah jaraknya sehingga terlihat sangat kecil ? perlu sobat semua ketahui bintang yang terdekat dengan bumi saja berjarak 8 tahun cahaya. artinya cahaya saja membutuhkan waktu 8 tahun untuk sampai ke bumi. Padahal kecepatan cahaya itu 300.000 km/detik.
jadi jaraknya jauh banget tuh. jadi jika cahaya membutuhkan 8 tahun untuk sampai ke bumi, berarti jaraknya = 8 tahun x 365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik x 300.000 km/detik =75.686.400.000.000 km atau sekitar 75 triliun km. WOW..!!!! 

Kita mungkin bisa pergi kesana, tapi butuh waktu berapa lama? Kalau misalnya kita naik pesawat ulang alik seperti yang biasa kita lihat yang kecepatannya 20.000 km/jam , mungkin setelah 428 tahun kemudian kita baru sampai di sana, itu pun kalau kita masih hidup dan itu juga baru bintang yang paling dekat loh. masih banyak bintang di alam semesta ini, ada yg jaraknya 100 tahun cahaya,1000 tahun cahaya, ada juga yang 1 juta tahun cahaya. dan yang paling jauh, ditemukan oleh ilmuan asal jepang yang berjarak 10 miliar tahun cahaya. artinya cahaya saja butuh waktu 10 miliar tahun untuk sampai ke bumi.jadi kalau kita lihat langit pada malam hari, sebenarnya kita bukan ngeliat langit yang sekarang aja. tapi pada saat yang bersamaan kita sedang melihat langit sekarang, 8 tahun yang lalu, 100 tahun yang lalu, 1000 tahun yang lalu, 1 juta tahun yang lalu, dan bahkan 10 miliar tahun yang lalu....!!! Subhanallah..
tahukah kalian bahwa matahari yang kita lihat setiap pagi itu adalah matahari 8 menit yg lalu? itu karena sinar matahari membutuhkan waktu 8 menit untuk sampai ke bumi, yang berjarak 150 juta km. berarti, matahari yang kita liat itu adalah matahari 8 menit yang lalu.

Oke dah sob, sekian dari saya dan terima kasih sudah mampir. tetap semangat dan tetap amati aktivitas galaksi kita. :)

sumber; id.wikipedia.org
Tag : , ,

Gunung Raksasa Mars yang Pernah Meletus Dahsyat

Info ini saya dapat saat cari-cari tugas. Sekalian saja saya share infonya agar sobat skywatcher juga mengetahuinya. Cekidot.

Sudah sejak lama para ilmuwan memprediksi Mars memiliki aktivitas vulkanik signifikan, di beberapa miliar tahun pertama keberadaannya. Namun, gambar permukaan Planet Merah tak memberikan cukup bukti terkait keberadaan gunung berapi.

Itu dulu. Kini, penelitian baru menunjukkan, para ilmuwan selama ini mungkin mencari jenis gunung yang salah.

Sebuah studi baru di jurnal ilmiah Nature berpendapat bahwa beberapa formasi geologi di Mars yang dianggap sebagai kawah, sejatinya adalah supervolkano --gunung super yang mampu menghasilkan letusan vulkanis dengan ejekta lebih besar dari 1.000 kilometer kubik.

"Ini adalah jenis yang sama sekali baru dari proses yang belum pernah kita pikirkan tentang Mars. Itu mengubah cara pandang kita terhadap evolusi planet tersebut," kata penulis utama studi tersebut, Joseph Michalsk, dari Planetary Science Institute di Tucson, Arizona, dan National History Museum, London, seperti dimuat CNN, Kamis (3/10/2013).


Letusan gunung berapi mungkin mewakili ledakan terbesar yang pernah ada dalam sejarah Mars. Menurut Michalski, itu terjadi sekitar 3,5 miliar tahun lalu.

Dia dan koleganya dari NASA, Jacob Bleacher menfokuskan studinya pada wilayah Mars yang disebut Arabia Terra, yang dipenuhi kawah. Bleacher tak ikut mendiskusikan studi Rabu lalu gara-gara shutdown pemerintah AS yang memaksa merumahkan para pegawai NASA.

Lepas dari gonjang-ganjing politik yang mempengaruhi penganggaran di AS, para peneliti menggunakan data dari sejumlah instrumen yang berada di orbit Mars: Mars Express, Mars Reconnaissance Orbiter, Mars Global Surveyor, dan Mars Odyssey.

Yang paling dianggap menarik oleh mereka adalah kawah yang dinamakan Eden Patera -- yang tak konsisten dengan karakteristik kawah hasil tumbukan benda langit. Ia justru mirip dengan bentuk kaldera di Bumi --gunung berapi yang telah runtuh atau amblas ke dalam Bumi. Para ilmuwan yakin benar, Eden Patera mungkin adalah contoh terbaik dari supervolkano kuno di Mars. Meski mungkin bentuk awalnya tak kerucut seperti gunung di Bumi.

Eden Patera, dan supervolkano lain mungkin jauh lebih kecil dari Olympus Mons -- gunung raksasa berbentuk perisai di Mars, yang besarnya setara dengan wilayah negara bagian Arizona, AS. Olympus Mons adalah gunung terbesar di Tata Surya.

Namun, menurut, Michalski, letusan Eden Patera jauh lebih dahsyat dari Olympus Mons yang mengalirkan lava. Letusannya akan melemparkan material ke seluruh planet. Menyemburkan miliaran ton batu dan abu ke angkasa.

Lalu, apa arti penting temuan ini?

Michalski mengatakan, gunung api super adalah instrumen pembentukan formasi geologi dan iklim di Bumi. Hal yang sama terjadi di Mars.

Di Bumi, letusan gunung api super akan mengirimkan material ke atmosfer yang menghalangi masuknya sinar matahari. Membuat iklim dunia anjlok. Bumi jadi makin dingin.

Memahami supervolkano bisa memberikan wawasan baru bagi para ilmuwan yang mengarah pada petunjuk baru terkait atmosfer Mars di awal masa pembentukannya. Juga membantu menjelaskan berbagai fitur geologi planet terdekat dengan Bumi itu.

Material letusan itu bahkan mungkin bertanggung jawab untuk beberapa batu yang ditemukan rover atau robot penjelajah Curiosity sejak mendarat di Planet Merah pada 6 Agustus 2012.

Dan, ini ada kaitannya dengan mimpi untuk menjadikan Mars sebagai koloni manusia.

Dengan memahami kondisi geologi Mars, bahwa semburan supervulkano bisa mempengaruhi komposisi atmosfer awal dan evolusi iklim setelahnya -- ia mungkin berdampak pada potensi habitasi Mars, potensi planet itu untuk menopang kehidupan -- dengan menarik sejumlah besar air dan unsur-unsur penting yang dibutuhkan makhluk hidup di dalamnya.

sumber: liputan6
Tag : , ,

- Copyright © Sky iNN - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -